Situs resmi Adiwarman A. Karim Jangan Tergoda Meski Pengeluaran Melonjak
YOU ARE HERE: Home

Jangan Tergoda Meski Pengeluaran Melonjak

E-mail Print PDF

Pengeluaran Melonjak yang biasanya terjadi pada saat memperingati hari raya, merupakan ritual yang terjadi setiap tahunnya. Maka itulah kita sudah bisa memperkirakan apa yang harus kita lakukan.


Pada umumnya saat merayakan hari raya atau hari-hari besar lainnya, terdapat banyak pos pengeluaran ekstra, di luar anggaran sehari-hari. Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting menyebutkan paling tidak ada 3 pos anggaran tambahan pada hari raya tersebut.

 

“Kali ini pembahasan kita spesifik sekali, yaitu tentang pemenuhan kebutuhan menjelang hari raya. Biasanya menjelang hari raya terdapat pengeluaran kita yang timbul secara tidak terduga, kalau ada terduga, biasanya terjadi satu lonjakan yang 2-3 kali lipat dari pengeluaran yang biasa kita lakukan. Hal ini disebabkan beberapa hal. Pertama. Bisa jadi kenaikan tersebut disebabkan karena ada tradisi yang terjadi, karena kita perlu menjamu tamu atau mengunjungi tamu-tamu. Yang kedua adanya libur panjang. Jadi terjadi penumpukan 2 hal sekaligus, yaitu perayaan hari raya, dan setelah itu kita gunakan untuk liburan. Jadi terjadi 2 penumpukan yaitu penumpukan pengeluaran hari raya dan liburan. Bahkan biasanya dalam hari raya Idul Fitri ada pengeluaran yang ketiga, yaitu biasanya pengeluaran untuk infaq, sedekah, yang pada saatnya bisa meningkat dengan drastic. Artinya kita bisa punya 3 penumpukan sekaligus pada satu saat. Hal ini bila tidak kita rencanakan dari awal maka biasanya dapat menimbulkan kesulitan tersendiri.”

Pada berbagai tempat, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) sudah merupakan hal yang umum, sehingga bisa dihadapkan untuk menutupi kebutuhan yang melonjak ini. Tapi sebenarnya kebutuhan peringatan hari raya bukan kebutuhan yang mendadak, maka itu sebenarnya bisa dilakukan perencanaan dari jauh-jauh hari untuk menghadapinya.

“Biasanya untuk menghadapi hal ini adalah, cara pertama adalah dengan meminjam atau dengan mengandalkan THR yang keluar setiap tahunnya. Persoalannya dengan THR, biasanya kita sudah gunakan sebelumnya. Dalam artian, biasanya sebelum THR keluar, kita sudah meminjam kepada pihak-pihak tertentu, dengan asumsi bahwa hutang tersebut akan kita bayar lunas saat THR diterima. Itulah sebabnya kadang-kadang THR tidak menolong apa-apa dalam saat-saat seperti ini karena telah kita gunakan untuk membayar hutang-hutang yang ada. Untuk karena itu untuk menghadapi kasus yang bertumpuk seperti sekarang ini, maka sebaiknya sudah kita pertimbangkan jauh-jauh hari di depan.”

Pos pengeluaran yang meningkat itu tidak seharusnya membuat kita panik dan mengambil berbagai kesempatan di depan mata, tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Perencanaan dari awal akan membantu kita memilih, langkah apa yang bisa kita ambil, dan langkah mana yang sebaiknya kita hindari. Pada episode ini Adiwarman Karim memberikan langkah-langkah mana yang sebaiknya dihindari.

“Pertama, seperti yang telah kita bahas dulu, jangan lupa menyisihkan sebagian pendapatan kita khusus untuk merayakan hari raya yang pengeluarannya bertumpuk-tumpuk seperti sekarang ini.. Itupun kadang kala kita masih kurang mengantisipasinya. Pilihan berikutnya adalah jangan buru-buru meminjam pada tempat-tempat yang memiliki bunga tinggi. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, misalnya pegadaian. Pegadaian adalah cara yang dipilih banyak orang untuk mengatasi kesulitan likuiditas pada saat-saat ini. Namun bunganya tinggi sekali, bisa mencapai 3 persen set atau equivalent dengan 6% efektif per bulannya. Maka itu penggunaan jasa pegadaian untuk bulan-bulan seperti ini harus dipertimbangkan secara cermat. Karena akan menimbulkan kesulitan di kemudian hari. Yang berikutnya juga harus dihindari dalam saat-saat seperti ini adalah penggunaan kartu kredit yang berlebihan. Kita cenderung untuk mengambil uang tunai dari kartu kredit. Sebabnya, besarnya fee yang dikenakan hampir sama dengan di pegadaian, yaitu sekitar 5-6% setiap kali cash advance itu kita tarik dari ATM. Maka itu kalau kita memerlukan menggunakan kartu kredit, bukan untuk tarikan tunai, tapi hanya untuk pembelanjaan di merchant. Itupun dengan perencanaan pembelanjaan yang telah kita lakukan sebelumnya. Ingat bahwa penggunaan kartu kredit akan menimbulkan beban yang berat, karena tiap bulannya bisa dikenakan bunga hingga 3,5%. Yang ketiga yang harus kita hindari dalam menyambut hari-hari seperti ini , bukan hanya pegadaian dan kartu kredit, tapi yang ketiga. Yaitu side streaming dari plafon kredit yang telah kita miliki. Sebagai pengusaha biasanya kita telah punya plafon kredit tertentu dari bank. Dan biasanya hal-hal yang biasanya kita gunakan untuk bisnis kita, dalam keadaan seperti ini kita bisa tergoda juga untuk penggunaan hal yang konsumstif. Maka terjadilah yang disebut side streaming, atau penggunaan tidak pada tempatnya. Ini juga kita harus hati-hati, karena perjanjian yang kita lakukan pada bank, adalah perjanjian untuk membiayai bisnis kita."

Tiga pos pembiayaan yang sebaiknya kita hindari pada saat kebutuhan melonjak, sekali lagi adalah pegadaian, kartu kredit dan side streaming dari bank, seperti disampaikan oleh Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting.

October 23, 2006 [aji : aji @ mediacorp.com.sg]

Jangan Tergoda Meski Pengeluaran Melonjak
 

Latest News


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Popular


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Polls

Bagaimana Penerapan Bank Syariah Di Indonesia?