Situs resmi Adiwarman A. Karim Selamat Datang Tahun Investasi Syariah
YOU ARE HERE: Home Media Magazine Selamat Datang Tahun Investasi Syariah

Selamat Datang Tahun Investasi Syariah

E-mail Print PDF

Sharing | Maret 2007

Bagi Karim Business Consulting (KBC), 2007 mestinya menjadi tahun kebangkitan industri keuangan syariah.

 



Para Direktur Bank DKI Syariah di IFS 2007

Ketika sebuah jaguar merah tua berhenti di lobby, perhatian semua orang di sekitar lobby tercuri. Pintu Jaguar sebelah kin terbuka, sesosok perempuan setengah baya berbaju kebaya modern dipadu kerudung biru tipis keluar melangkah. Setelah diperhatikan seksama sosok itu ternyata Ida P Lunardi, Presiden Direktur Federal International Finance (FIF), sebuah perusahaan yang memimpin pasar pembiayaan sepeda motor di Indonesia.

Bukan tanpa sebab Ida datang ke Hotel Sultan malam itu. Rupanya bos FIF yang warga keturunan ini merasa perlu memberi perhatian lebih terhadap industri syariah. Apalagi pada malam itu, Sabtu (17/2), FIF Syariah mendapat penghargaan 'Top of Mind Islamic Multifinance' yang digelar Karim Business Consulting (KBC) pada Islamic Finance Summit 2007, 16-17 Februari 2007. Selain di kategori tersebut, FIF Syariah juga mendapat penghargaan 'The Most Innovative Multifinance Company'.

 


Dirut Bank Muamalat A Riawan Amin (kid) dan

Dirut BSMI Budi Wisakseno menerima penghargaan

bank syariah paling efisien.

"Saya merasa bangga karena semua upaya FIF Syariah, ternyata juga diakui para pelanggan kami termasuk juga industri perbankan. Ini tak terlepas dari kerja keras Tim FIF Syariah. Saya hanya mewakili mereka di sini,"kata Ida kepada Majalah Sharing.

Tidak hanya FIF Syariah yang berbahagia malam itu, hampir seluruh pelaku industri keuangan syariah di Indonesia berbahagia atas penghargaan yang diberikan konsultan bisnis syariah papan atas di Indonesia tersebut. Budi Wisakseno, Direktur Utama Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI) tampak sumringah ketika menerima penghargaan peringkat kedua untuk 'The Best Full Pledge Bank (Overall); dan juga penghargaan The Most Prudent; The Most Growing Earning Asset Market Share; dan The Most Growing Third Party Fund Market Share: (Lihat boks).

"Alhamdulillah, ini semua sebagai wujud hasil nyata dari suatu persenyawaan faktor keberpihakan, kepercayaan, kerja sama, dan kerja keras yang ikhlas dari pemilik perusahaan, dewan direksi, dewan komisaris, dewan pengawas syariah, dan karyawan di dalam mengoptimalisasi kelebihan BSMI alas penguasaan ceruk pasar yang memang sudah ditangani BSMI", kata Budi dalam booklet Islamic Finance Summit 2007.

Jangan Saling Mematikan

Adiwarman Karim, Presiden Direktur KBC optimistis, bahwa 2007 adalah tahun investasi syariah. Makanya tak ragu ia memasang tulisan besar-besar di latar panggung penghargaan Islamic Finance Summit 2007, 'Welcoming The Sharia Investment Year 2007: Dan melalui IFS ia berharap memicu kebangkitan ekonorni syariah di Indonesia khususnya dan dunia umumnya. "Karena hanya dengan negara sebesar Indonesialah yang dampak kebangkitannya dapat mengubah peta dunia", kata Karim.

Demi memicu kebangkitan itu perlu kerja sama dan sinergi antara para pelibat industri keuangan syariah. "Mudah-mudahan, acara ini lebih menstimulan kita untuk lebih berintegrasi dalam langkah ke depan. Karena perjalanan kita masih panjang, target pangsa pasar 5% pada 2008 tidaklah mudah dicapai", kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad menyambut Tahun Investasi Syariah 2007 yang dicanangkan KBC.

Kalau masing-masing pelaku industri keuangan syariah bergerak sendiri, bahkan bersaing yang berpotensi saling mematikan, target itu tidak akan tercapai. Apalagi dengan kondisi aset perbankan syariah yang tidak sampai 2% dibanding perbankan konvensional saat ini."Perlu ada arrangement tertentu hingga pasar kita menjadi lebih besar", tegas Muliaman.

Jika itu terjadi, yang diuntungkan pun, tambah Muliaman, adalah nasabah perbankan syariah itu sendiri karena dapat menikmati berbagai macam kemudahan, dan tentu saja perbankan syariah menjadi memiliki daya saing di hadapan industri lain.

Pada ujungnya, Muliaman mengajak seluruh pelaku industri keuangan syariah untuk menciptakan "Sharia Incorporations': "Ini mesti menjadi momentum bagi kita untuk mewujudkan Sharia Incorporations", tegas Muliaman.

Barometer Keuangan Syariah

Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2003, owards yang diberikan KBC ini telah menjadi salah satu barometer kinerja pelaku industri keuangan syariah. Bersama pemberian awards, pada 2004 mulai diselenggarakan Islamic Finance Outlook untuk memberi pengetahuan uptodate tentang perkembangan industri ini kepada mereka yang terlibat di industri ini maupun masyarakat.

Tahun ini outlook juga dilakukan sebelum malam pemberian awards. Berbagai tema digelar dalam outlook tersebut dan melibatkan para pelaku maupun pakar di bidangya. Dalam sesi Islamic Investment misalnya terungkap regulasi yang belum memadai adalah salah satu faktor terpenting lambatnya pertumbuhan sub sektor industri keuangan ini.

Berbeda dengan Malaysia yang tumbuh lebih cepat karena regulator mendukung penuh antara lain dengan menyiapkan paket kebijakan dan regulasi yang kondusif. Di sesi ini juga terungkap bagaimana satu perusahaan sekuritas terbesar di Indonesia, Trimegah Sekurities memberi pemanis dan menyiasati hambatan pajak pada instrumen reksadana syariah dengan menerbitkan reksadana syariah berbasis ekuitas.

Seperti diketahui, kinerja saham-saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) selalu lebih baik daripada saham-saham di Jakarta Composite index (JCI). "Dengan ini kami berani menjanjikan return yang kompetitif dibanding reksadana syariah lain ataupun yang konvensional" kata Rosinu, Direktur yang menggawangi divisi syariah di Trimegah Securities.

Islamic Finance Summit 2007 juga memberi peluang bagi pelaku industri keuangan syariah berbagi pengalaman dan menakar-nakar kesiapan diri menciptakan inovasi. Di salah satu sesi Business Ghatering, terungkap peluang industri keuar(gan syariah terjun ke subsektor pembiayaan perumahan dan pembukaan divisi syariah di perusahaan sekuritas.

Erica Soeroto, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berbagi pengalaman memperjuangkan pembiayaan rumah yang murah dan terjangkau (affordable) bagi masyarakat.

Manisnya bisnis pembiayaan perumahan yang sudah dirasakan BTN Syariah menjadi daya tarik bagi bank syariah lain untuk masuk ke sektor ini. Bank Muamalat Indonesia (BMI) misalnya, seperti dikatakan Andi Buchari, Direktur BMI, pihaknya juga berencana masuk ke bisnis ini. "Skema pembiayaan yang sesuai syariah sedang disiapkan", kata Andi. BTN Syariah, yang nature business-nya memang di pembiayaan perumahan secara syariah berencana melakukan sekuritisasi KPR akhir tahun ini.

"Ini adalah pengembangan produk kami yang mudah-mudahan bisa menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan kami.

Kerja sama dengan lembaga seperti SMF dimungkinkan terjadi" ujar Willy Aryati, Kepala Divisi Syariah BTN Syariah.

Menyadari peluang pembiayaan perumahan, PT SMF sebagai intermediator, seperti dikatakan Erika kini tengah menyusun ulang home buyer program yang sudah dibuatnya untuk disesuaikan dengan unsur syariah. "Hingga, perbankan syariah bisa bekerjasama dengan kami", kata Erika.

Dus, islamic Finance Summit adalah acara yang ditunggu-tunggu tiap tahun dan tahun ini, KBC ingin memperkeras gaung kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia. Gaung itu berbunyi, "Welcoming The Sharia Investment Year 2007' Seperti pernah dikatakan Adiwarman Karim akhir tahun 2006, setelah sekitar 14 tahun sejak BMI pertama kali berdiri, ekonomi syariah akan menginjak batu loncatannya dan makin dekat pada kematangan pada 2007.

Selamat Datang Tahun Investasi Syariah
 

Statistics

Members : 24160
Content : 153
Web Links : 6
Content View Hits : 411779

Who's Online

We have 40 guests and 1 member online