Situs resmi Adiwarman A. Karim Sumber Keuangan Saat Hari Raya
YOU ARE HERE: Home Media Radio Sumber Keuangan Saat Hari Raya

Sumber Keuangan Saat Hari Raya

E-mail Print PDF

Kebutuhan yang melonjak pada hari raya, merupakan hal yang biasa. Tapi tahukah Anda cara menghadapinya?


 

Setiap perayaan hari besar, biasa memerlukan tambahan anggaran pengeluaran, baik bagi diri kita sendiri, keluarga inti, atau bagi keluarga besar dan kerabat. Namun bisa jadi, pada saat perayaan tersebut, status keuangan kita belum siap. Apa yang harus kita lakukan? Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting, menerangkan.

“Kalau pada pembahasan sebelumnya kita telah mewanti-wanti dalam menggunakan jasa keuangan tertentu, karena beban bunganya yang tinggi, maka kali ini kita akan melanjutkan dengan pilihan-pilihan yang ada yang dapat kita gunakan untuk menghadapi kebutuhan yang melonjak dalam hari-hari Raya seperti ini. Pilihan pertama yang paling mudah dan paling murah adalah meminjam dari keluarga terdekat atau kerabat. Pinjaman dari keluarga dekat atau kerabat ini biasanya dilakukan biasanya tanpa bunga. Jadi betul-betul, misalnya, kalau kita pinjam satu juta, kita kembalikan satu juta. Kalau kita pinjam 2 juta, kita kembalikannya 2 juta. Yang perlu diwanti-wanti dari pinjaman antar keluarga ini kalau bisa kita meminta tempo untuk pengembaliannya, 2 bulan. Karena kalau kita minta tempo pengembaliannya 1 bulan, maka biasanya penghasilan kita dari gaji dan yang lainnya, biasanya belum bisa menutupinya, sehingga apa yang terjadi? Pada saat jatuh tempo 1 bulan berikutnya, kita tidak bisa membayarnya akhirnya harus default. Default ini akan merusak kredibilitas kita karena kita telah berjanji untuk membayarnya bulan depan. Tapi, karena kita tidak bisa membayarnya, maka kredibilitas kita akan rusak karena tidak mampu memenuhi janji.”

Status default adalah istilah umum dalam dunia usaha yang artinya bangkrut. Dengan kebangkrutan ini, maka tiada daya untuk melunasi hutang yang ada. Maka itu strategi pembayaran ulang penting untuk dibicarakan di awal, agar kita tidak kehilangan kepercayaan dari orang lain, meskipun itu keluarga atau kerabat dekat kita sendiri. Adiwarman Karim menambahkan, sejak awal sudah harus ada pemikiran dan perkiraan, mengenai jangka waktu kesanggupan kita untuk membayar ulang. Bisa antara 2 hingga 4 bulan, tapi jangan lebih dari 4 bulan tersebut. Dengan demikian, jangka waktunya cukup panjang, tapi tidak terlalu lama, sehingga memudahkan buat kita, dan menjaga kepercayaan pemberi pinjaman.

“Ketika kita buat tenggang waktu 2 bulan, 3 bulan, dan tidak lebih dari 4 bulan, maka sejak awal kita sudah bicarakan untuk pembayaran yang bertahap. Sehingga tidak menimbulkan beban yang seketika timbul di expense kita. Sehingga kita bisa cicil dia dalam 2-3 kali pembayaran ke muka. Dengan pembayaran bertahap ini kita harapkan pembayaran bisa terencana dengan baik. Ini cara yang pertama, yaitu meminjam dari keluarga atau kerabat terdekat. Cara atau triknya bagaimana, jangan janjikan untuk bisa bayar lunas bulan depan, karena kemungkinan kita akan default. Yang kedua jangan lebih dari 4 bulan mencicilnya. Yang ketiga, jangan ditunda pembayarannya hingga jatuh tempo 2-4 bulan ke depan, tapi kita berupaya mencicilnya perlahan-lahan sehingga bebannya tersebar merata.”

Berikutnya adalah meminta fasilitas dari bank. Namun harus disampaikan kepada bank, bahwa kita hendak meminta kredit bagi pengeluaran konsumtif, sehingga paket yang diberikan bank juga disesuaikan dengan kebutuhan kita itu. Sebabnya, kalau kita katakanan pinjaman akan digunakan untuk keperluan produktif, seperti modal usaha, maka syarat, jangka waktu dan plafon pinjaman juga akan berbeda, yang malah bisa jadi membuai kita di awal, namun kemudian menjerat kita di kemudian hari.

“Cara kedua, yaitu sumber pengembaliannya, bukan dari keluarga atau kerabat terdekat, tapi kita sejak jauh-jauh hari sebelumnya, biasanya makan waktu 2-3 bulan sebelumnya, telah berusaha mendapatkan fasilitas pembiayaan dari bank. Nah fasilitas pembiayaan dari bank ini memang didisain untuk pembiayaan yang sifatnya konsumtif. Jadi bukan kegiatan produktif lalu kita alihkan kepentingannya menjadi konsumtif. Bukan. Tapi memang sejak awal kita telah minta dari bank untuk yang persiapan yang sifatnya konsumtif. Nah kalau dari awal kita telah mengatakan kepada bank bahwa sifatnya konsumtif, maka bank ketika menghitung resikonya pun, jumlah berapa jumlah maksimum yang bisa kita terima, itu sudah memperhitungkan bahwa ini akan digunakan untuk kegiatan yang sifatnya konsumtif. Sehingga memang bank ini tidak akan menyediakan jumlah yang sebesar kalau kita gunakan untuk produktif, untuk usaha. Ini tentu memang di satu sisi baik bagi bank, dan di satu sisi baik bagi kita. Karena jumlahnya tidak akan sebesar kalau kita katakan pada bank untuk kita gunakan bagi pengembangan bisnis kita.”

Untuk meminta pinjaman dari bank, sebaiknya dilakukan 2 atau 3 bulan sebelumnya, mengingat proses yang harus dilakukan oleh bank itu sendiri. Selain itu, jangka waktu pinjamannya juga tidak boleh terlalu lama, seperti dijelaskan Adiwarman Karim berikut ini.

“Biasanya ini perlu waktu beberapa saat di bank, untuk diproses, sehingga sebaiknya kita sudah persiapkan 3 bulan sebelumnya, dan lagi-lagi ketika kita mengajukan kepada bank, jangan jangka panjang. Jangan buat 12 bulan atau lebih dari 12 bulan. Tapi usahakan untuk bisa kita cicil perlahan-lahan, dalam waktu tidak lebih dari 4 bulan. Mengapa demikian? Karena kalau kita buat 12 bulan, tahun depan kita ketemu lagi dengan ritual yang sama. Kita ketemu lagi dengan kebutuhan yang sama. Oleh karena itu kalau cicilnya 12 bulan, kita khawatirkan ada akumulasi dari pinjaman-pinjaman ke bank untuk menghadapi hari Raya seperti ini. Jadi upayakan pinjaman ke bank itu bisa kita lunasi tidak lebih dari waktu 4 bulan.”

Sumber pinjaman berikutnya, adalah kartu kredit. Tapi harus dihindari pengenaan bunganya, sehingga untuk itu harus dimengerti, bagaimana cara pembayarannya.

“Nah yang ketiga, selain sumber pembiayaan dari bank, tentu bisa kita gunakan bridging dengan menggunakan kartu kredit. Nah di sini kita harus hati-hati. Kalau tadi kita sudah katakan dalam pertemuan sebelumnya telah kita katakan bahwa kartu kredit harus kita wanti-wanti penggunaannya, nah sekarang memang boleh kita gunakan kartu kredit, kalau memang betul-betul kita bisa prediksi membayarnya lunas pada akhir bulan. Kira-kira sekitar 50-60 hari. Mengapa demikian? Karena belanja kita hari ini itu baru muncul sebagai tagihan, baru muncul tagihannya, itu baru 50-60 hari kemudian. Jadi kalau kita memang kita tahu pengeluaran kita tidak besar, dan kita tahu bahwa gaji kita bulan depan bisa menutupi sepenuhnya, misalnya gaji kita 15 juta, lalu kita butuh pengeluaran mendesak untuk tiket pulang kampung sebesar 5 juta. Dan kita perhitungkan gaji kita bulan depan bisa membayar dengan penuh, ini kita bisa gunakan kartu kredit.”

Jika kita yakin bisa membayar hutang kartu kredit pada bulan berikutnya, barulah sebaiknya kita memanfaatkan fasilitas yang satu ini.

“Tapi kartu kredit ini akan kita bayar lunas pada bulan depan sehingga tidak akan menimbulkan beban apapun pada kita. Jadi kita menggunakan kartu kredit, sekedar menalangi kebutuhan kita selama 2 bulan (50-60 hari) karena ketika jatuh tempo pembayarannya akan kita bayar penuh, sehingga dia tidak akan menimbulkan beban bunga seperti kita khawatirkan atau wanti-wanti pada pembicaraan kita pada sesi sebelumnya.”

Itulah ide-ide pemikiran yang bisa membantu kita dalam menghadapi kebutuhan yang melonjak, seperti pada perayaan hari Raya, seperti yang disampaikan oleh Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting.

October 30, 2006 [aji : aji@mediacorp.com.sg]

Sumber Keuangan Saat Hari Raya
 

Radio Singapur Siaran Indonesia

1. Ajari Anak Anda Cari Duit Sendiri Play Download this file
2. Controlled Pain Sebagai Cara Efektif Kelola Keuangan Keluarga Play Download this file
3. Falsafah Controlled Pain Tumbuhkan Kreativitas Play Download this file
4. Kemas Ide Bisnis Anda Play Download this file
5. Manfaatkan TemanAnda Play Download this file
6. Merencanakan Berhutang Play Download this file
7. Rencanakan Pengeluaran Anda Setiap Awal Tahun Play Download this file
8. Seri Tumbuhkan Semangat Keusahawanan Anak1 - Membeli Itu Sebagian Jiwa Berbisnis Play Download this file
9. Seri Tumbuhkan Semangat Keusahawanan Anak2 - Keluarga Dan Sekolah Sebagai Pasar Bisnis Si Kecil Play Download this file
10. Seri Tumbuhkan Semangat Keusahawanan Anak3 - Ketika Bisnis Si Kecil Gagal Play Download this file

Kemilau Hati | radioalazhar.com

1. Amal-amal Khusus Play Download this file
2. Dibalik Bukit Uhud Play Download this file
3. Doa Meminta Hujan Play Download this file
4. Empat Intisari dari 4000 Hadist Play Download this file
5. Empat Pengakuan Dusta Play Download this file
6. Empat Perkara yang baik dan yang Buruk Play Download this file
7. Indah nya dengan Sedekah 01 Play Download this file
8. Indah nya dengan Sedekah 02 Play Download this file
9. Kedermawanan Abdurrahman bin Auf Play Download this file
10. Kedermawanan Sosial Play Download this file
11. Keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW Play Download this file
12. Lima Hal Negatif dalam Mengumpulkan Harta Play Download this file
13. Lima Penawaran Hati Play Download this file
14. Memuliakan Tetangga Play Download this file
15. Salah Alamat Play Download this file
16. Sedekah Dalam Berbisnis Play Download this file
17. Sesuatu yang ajaib 01 Play Download this file
18. Sesuatu yang ajaib 02 Play Download this file
19. Syukur dalam Sempit Play Download this file
20. Yakin atas pertolongan Allah Play Download this file
21. Zakat 1 Play Download this file
22. Zakat 2 Play Download this file

Statistics


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 77

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 83

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 89

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 106
Members : 83165
Content : 154
Web Links : 6
Content View Hits : 664869

Who's Online

We have 26 guests online

Latest News


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Popular


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Polls

Bagaimana Penerapan Bank Syariah Di Indonesia?