Situs resmi Adiwarman A. Karim Tipe-tipe Orang & Portfolionya
YOU ARE HERE: Home Media Radio Tipe-tipe Orang & Portfolionya

Tipe-tipe Orang & Portfolionya

E-mail Print PDF

Masing-masing orang memiliki selera dan kecenderungan tertentu dalam berinvestasi. Dengan mengetahui tipe-tipe ini, dapat membantu kita untuk memaksimalkan potensi kita dan orang sekitar kita.

 

Menempatkan dana pada investasi merupakan hal yang layak dilakukan pada masa kini. Beragam instrument investasi yang dipilih mempunyai kelebihan dan kekurangan tertentu. Namun biasanya, investasi juga akan dinilai dari tingkat resiko dan penerimaannya. Biasanya, investasi dengan penerimaan besar, memiliki tingkat resiko yang tinggi. Begitu pula sebaliknya, investasi dengan resiko kecil, biasanya akan memberikan penghasilan yang juga tidak begitu tinggi. Masing-masing jenis investasi ini memiliki peminatnya masing-masing, sesuai tipe-tipe orang yang akan dijelaskan berikut ini oleh Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting. Dirinya menerangkan tipe orang dengan portfolio atau bentuk investasi yang dipilih orang-masing tipe orang tersebut.

“Dalam teori yang kita pelajari, tipe orang ini bisa dibagi 5. Pertama konservatif. Kedua cautious. Yang ketiga disebut prudent. Tipe keempat orang yang asertif. Dan kelima tipe yang kita sebut agrestif. Untuk tipe konservatif, alokasi portfolionya bisa dikatakan sbb: 15% di tabungan, 20% untuk membeli polis asuransi jiwa, dan 65% di reksadana pasar uang. Mengapa demikian, nanti kita bahas di pertemuan selanjutnya. Sekarang kita bicarakan dulu bagaimana masing-masing tipe ini mengalokasikan portfolionya.

Tipe kedua atau cautious, disebutkan mereka mengalokasikan porfolionya 10% dalam tabungan, 20% asuransi jiwa, 20% untuk membeli reksa dana pendapatan tetap, dan 50% dalam bentuk reksadana pasar uang. Jadi kalau dibandingkan tipe konservatif, jumlah tabungannya kalau di konservatif 15% di tabungan, sedangkan tipe cautious lebih kecil, cuma 10%. Begitu pula tipe konservatis 65% dibelikan reksadana pasar uang yang lebih fluktuatif, maka pada tipe cautious, ini mulai dikurangi, yaitu 20% di reksadana tetap yang lebih stabil, baru 50% baru yang sifatnya reksadana pasar uang.”

Artinya tipe cautious atau yang berhati-hati ini, sebenarnya ingin mendapatkan lebih banyak dan lebih berani daripada tipe konservatif, tapi masih menahan keinginannya dengan masih mengedepankan keamanan. Berbeda dengan tipe berikutnya yaitu prudent. Prudent yang artinya bijaksana ini juga masih berhati-hati, tapi juga mengambil resiko dengan takaran yang sama. Tipe prudent ini meletakkan investasinya separuh pada tempat yang aman dengan penghasilan yang rendah, dan separuh pada tempat yang beresiko tapi dengan penghasilan tinggi.

“Yang ketiga tipe prudent. Tipe ini biasanya mengalokasikan 10% di tabungan, 20% di asuransi jiwa, 20% di reksadana pasar uang, dan 50% di reksadana campuran. Kalau kita bandingkan dengan tipe kedua (tipe cautious), dari sisi tabungan sama-sama 10%, dan dari sisi asuransi sama 20%, tapi yang 20% kalau di tipe cautious di pendapatan tetap, di tipe prudent 20%nya di pasar uang. Dan kalau di tipe cautious tadi 50% di pasar uang, sedangkan di tipe prudent, 50%-nya malah di reksadana campuran. Karena dia sifatnya prudent.”

Kalau tipe prudent meletakkan investasinya 50% pada tempat yang beresiko tapi berpenghasilan besar dan 50% lainnya pada investasi dengan resiko rendah tapi berpenghasilan kecil, maka tipe orang berikutnya yaitu asertif atau tipe tegas, lebih berani mengambil resiko.

“Untuk tipe yang ke-4 yang disebut asertif. Dia memang senang resiko, 5% di tabungan, 10% di asuransi jiwa, 10% di reksadana pendapatan tetap, 10% di reksadana pasar uang, 15% di reksadana campuran, dan sebagian besar, 50% di reksadana saham. Ini kita lihat bagaimana asertifnya tipe orang yang ke-4 ini makanya dia dia disebut sebagai asertif. Karena 50% portfolio dia dibelikan reksadana yang saham, yang fluktuasinya cukup besar. Bahkan asuransi jiwa, kalau kita bandingkan 3 tipe sebelumnya, konservatif, cautious dan prudent, dia hanya mengalokasikan 10% saja untuk membeli asuransi jiwa.”

Sedangkan tipe yang terakhir adalah yang paling berani mengambil resiko dari semuanya. Sesuai sifatnya, orang tipe ini disebut agresif.

“Yang terakhir tipe agresif. Ini lebih berani mengambil resiko dibandingkan tipe asertif. Di mana dia mengalokasikan 5% untuk tabungan, 10% untuk asuransi jiwa, 20% untuk reksadana pendapatan tetap, dan 65% untuk reksadana saham.”

Tipe agresif ini memang yang paling berani mengambil resiko dibandingkan tipe orang yang lainnya, dan mestinya paling siap pula menerima resikonya.

“Nah inilah kira-kira secara teori, dari berbagai buku, bagaimana manusia dibagi 5 tipe, tipe konservatif, sangat hati-hati, tipe cautious sedikit berani, tipe prudent yang lebih berani lagi, tipe asertif yang berani, dalam artian 50% dari portfolionya untuk reksadana saham, dan tipe kelima adalah tipe agresif yang 65% dari portfolionya untuk membeli reksadana saham.”

Bagaimana seseorang bisa menjadi tipe yang konservatif, atau bahkan agresif, ditentukan pula berdasarkan lingkungannya, misalnya apakah baru menikah, sudah punya anak atau masih single dsb. Pada pertemuan berikutnya, Presiden Direktur Karim Business Consulting, Adiwarman Karim akan membahas lebih lanjut mengenai tipe-tipe orang tersebut.

November 6, 2006 [aji : aji@mediacorp.com.sg]

Tipe-tipe Orang & Portfolionya
 

Radio Singapur Siaran Indonesia

1. Ajari Anak Anda Cari Duit Sendiri Play Download this file
2. Controlled Pain Sebagai Cara Efektif Kelola Keuangan Keluarga Play Download this file
3. Falsafah Controlled Pain Tumbuhkan Kreativitas Play Download this file
4. Kemas Ide Bisnis Anda Play Download this file
5. Manfaatkan TemanAnda Play Download this file
6. Merencanakan Berhutang Play Download this file
7. Rencanakan Pengeluaran Anda Setiap Awal Tahun Play Download this file
8. Seri Tumbuhkan Semangat Keusahawanan Anak1 - Membeli Itu Sebagian Jiwa Berbisnis Play Download this file
9. Seri Tumbuhkan Semangat Keusahawanan Anak2 - Keluarga Dan Sekolah Sebagai Pasar Bisnis Si Kecil Play Download this file
10. Seri Tumbuhkan Semangat Keusahawanan Anak3 - Ketika Bisnis Si Kecil Gagal Play Download this file

Kemilau Hati | radioalazhar.com

1. Amal-amal Khusus Play Download this file
2. Dibalik Bukit Uhud Play Download this file
3. Doa Meminta Hujan Play Download this file
4. Empat Intisari dari 4000 Hadist Play Download this file
5. Empat Pengakuan Dusta Play Download this file
6. Empat Perkara yang baik dan yang Buruk Play Download this file
7. Indah nya dengan Sedekah 01 Play Download this file
8. Indah nya dengan Sedekah 02 Play Download this file
9. Kedermawanan Abdurrahman bin Auf Play Download this file
10. Kedermawanan Sosial Play Download this file
11. Keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW Play Download this file
12. Lima Hal Negatif dalam Mengumpulkan Harta Play Download this file
13. Lima Penawaran Hati Play Download this file
14. Memuliakan Tetangga Play Download this file
15. Salah Alamat Play Download this file
16. Sedekah Dalam Berbisnis Play Download this file
17. Sesuatu yang ajaib 01 Play Download this file
18. Sesuatu yang ajaib 02 Play Download this file
19. Syukur dalam Sempit Play Download this file
20. Yakin atas pertolongan Allah Play Download this file
21. Zakat 1 Play Download this file
22. Zakat 2 Play Download this file

Statistics


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 77

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 83

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 89

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_stats/helper.php on line 106
Members : 83789
Content : 154
Web Links : 6
Content View Hits : 665335

Who's Online

We have 26 guests online

Latest News


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Popular


Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home2/adiwarma/public_html/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Polls

Bagaimana Penerapan Bank Syariah Di Indonesia?