Situs resmi Adiwarman A. Karim Merambah Alih Daya dan Riset Pemasaran
YOU ARE HERE: Home Award Merambah Alih Daya dan Riset Pemasaran

Merambah Alih Daya dan Riset Pemasaran

E-mail Print PDF

SWA | 25/XXI/8 -18 Desember 2005

Membicarakan perbankan syariah, tak bisa lepas dari tokoh yang satu ini: Adiwarman Azwar Karim. Pria berjanggut kelahiran Jakarta, 1963, ini memulai karier perban­kan syariahny a pada 1992diBank Muammalat Indonesia (BMI). Kini Adi lebih dikenal sebagai salah seorang penggerak perban­kan syariah yang sukses membesut lembaga bisnis konsultan, Karim Business Consulting (KBC). "Saya mulai merintis pada 2001. Waktu itu saya masih di Bank Muamalat. Saya ingin ilmu yang saya miliki bermanfaat bagi orang banyak," ujamya mengenang.

 

Adiwarman Karim


Merambah
Alih Daya dan
Riset
Pemasaran


Firdanianty dan Rina Suci.

Namun, sebelum cita-citanya kesampaian, ia harus keluar dari bank tempatnya bekerja supaya bank-bank lain bisa memanfaatkan jasanya. "Awalnya, memang sulit karena saya tidak punya modal banyak," katanya seraya mengungkapkan, modal awalnya hanyalah Rp 40 juta yang ia peroleh dari keanggotaannya di Jamsostek saat menjadi karyawan BMI. Karena sudah memiliki ilmu, pengalaman dan jejaring," ia pun memantapkan niatnya merintis usaha ini.

Dalam perkembangannya, cukup banyak bank yang tertarik mendirikan unit syariah. Namun, "Kami tidak bisa terus-menerus begini. Kalau hanya berkutat sebagai konsultan unit syariah bank, lama-kelamaan bank akan habis. Maka, tahun 2005 adalah tahun yang penting bagi KBC. Di tahun ini kami membuat diversifikasi usaha," ungkap pemegang Master of Arts in Eco­nomics and Policy dari Universitas Boston, Amerika Serikat, ini. Diversifikasi yang dimaksud Karim adalah masuk ke Bloom­berg dengan membuat indeks syariah. "Ini sesuatu yang baru untuk kami. Selain itu, kami juga ingin mengembangkan bisnis outsourcing, sehingga bank-bank tidak perlu merekrut karyawan baru. Pakai sajakaryawan Karim lewatpola outsourcing. Kami ju­ga mau bikin marketing re­search," ujaraya mengenai pengembangan bisnisnya tahun ini. Khusus indeks syariah, peluncurannya dilakukan pada 7 Desember 2005. "Insya Allah akan serempak dilaunchdi dua negara lain, yaitu Singapura dan Tokyo, bekerja sama dengan Bloom­berg," katanya menerangkan.

##



##
  • Terkenal sebagai Maestro Perbankan Syariah versi Majalah SWA.
  • Keahliannya dalam perbankan syariah, mendorongnya untuk mendirikan perusahaan konsultan syariah yaitu Karim BusinessConsultan (KBC). Tarif proyeknya bervariasi untuk pengembangan 1 produk rata-rata Rp 60 juta.
  • Dalam rentang tidak cukup lama order pun berdatangan baik dari dalam negeri maupun luar negeri (International Institute of Islamic Source, AS).

Potensi yang dibidik pun terus dikembangkan. Sejauhini, iamenilai, perkembangan perbankan syariah di Indonesia sudah cukup bagus. Kendati demikian, jalan yang dilalui Adi tidak selalu mulus. Bisa saja, proyeksi yang sudah dibuatnya meleset dan tidak mengenai sasaran. Sebagai contoh, ia memproyeksi aset perbankan syariah pada 2005 berkisar Rp 20-30 triliun. Ternyata, tidak kesampaian. 'Tahun 2006 insya Allah akan tercapai karena banyak sekali bank sya­riah yang akan melakukan di­versifikasi," Adi menambahkan.

Diakuinya, perputaran uang di sektor perbankan syariah masih kecil karena total asetnya hany a 1,3% dari total perbankan nasional. Meski demikian, ia tak berkecil hati. Pasalnya, dibandingkan dengan negara lain, Indonesia memiliki bank syariah terbanyak di dunia. Asuransi syariahnya pun yang terbanyak di dunia. Maka, tak salah, Asuransi AIA memilih Indonesia sebagai negara pertama saat perusahaan ini membuka unit syariahnya di negara lain.*

Merambah Alih Daya dan Riset Pemasaran
Last Updated ( Wednesday, 11 April 2012 13:56 )  

Statistics

Members : 18459
Content : 140
Web Links : 6
Content View Hits : 361898

Who's Online

We have 56 guests online