Situs resmi Adiwarman A. Karim “Finance Planning pada Ramadhan dan Idulfitri"
YOU ARE HERE: Home article “Finance Planning pada Ramadhan dan Idulfitri"

“Finance Planning pada Ramadhan dan Idulfitri"

E-mail Print PDF

Tradisi puasa dan lebaran setiap tahun berulang.  Inilah periode ketika pendapatan meningkat dan pada saat yang sama pengeluaran juga meningkat.

Adanya THR bagi pegawai, dan kenaikan penjualan bagi pedagang menyebabkan peningkatan pendapatan masyarakat.

 

Di sisi lain, pengeluaran juga meningkat.  Mulai dari belanja makanan dan minuman terutama untuk berbuka puasa, belanja baju dan sepatu baru, biaya transportasi mudik, pemberian hadiah dan bingkisan, sampai pada meningkatnya biaya komunikasi telpon termasuk sms.

Pola peningkatan pendapatan dan pengeluaran yang telah berjalan tahunan ini, seyogyanya dapat diantisipasi agar tidak terjadi besar pasak dari tiang.  Seringkali terjadi peningkatan pengeluaran lebih besar daripada peningkatan pendapatan sehingga setelah lebaran malah mempunyai utang yang tidak sedikit jumlahnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, pengeluaran lah yang harus direncanakan lebih cermat.  Pertama, identifikasi komponen pengeluaran yang biasanya paling besar.  Bagi mereka yang mudik, komponen biaya transportasi lah yang biasanya menjadi komponen terbesar, apalagi bila harus menggunakan pesawat udara.  Untuk menyiasati hal ini, sebaiknya tiket pesawat udara telah dibeli jauh hari sebelum lebaran.  Sembilan bulan atau paling telat enam bulan sebelum lebaran sebaiknya tiket pesawat udara telah dibeli untuk mendapatkan harga tiket yang murah.  Bila tidak memungkinkan membeli sekaligus untuk seluruh anggota keluarga, maka belilah satu atau dua tiket setiap bulannya mulai dari sembilan bulan sebelum lebaran.  Dengan demikian diperkirakan seluruh tiket telah terbeli jauh hari sebelumnya dengan harga murah.

Kedua, jangan menumpuk semua pengeluaran pada periode lebaran.  Seringkali berbagai kegiatan ditumpuk menjelang lebaran.  Mulai dari mengecat rumah, membeli furniture baru, elektronik baru, juga barang peralatan makan minum baru.  Tentu saja akan terasa berat bila segala pengeluaran itu dilakukan pada satu bulan saja.  Untuk menyiasati hal ini, sebaiknya kegiatan itu disebar pada bulan-bulan lainnya. Untuk mengecat rumah misalnya tiga bulan sebelum lebaran sehingga masih tampak baru ketika lebaran.  Untuk membeli peralatan makan minum bahkan bisa dibeli bertahap.  Untuk membeli furniture misalnya sebulan sebelum lebaran.

Ketiga, alokasikan dan batasi pengeluaran untuk buka puasa di luar rumah.  Bayangkan bila ada lima anggota keluarga dan semuanya buka puasa di luar rumah.  Bila satu orang menghabiskan tiga puluh ribu rupiah, berarti seratus lima puluh ribu rupiah untuk satu hari buka puasa.  Sesuaikan dengan kemampuan keuangan, pilihlah hari-hari tertentu untuk buka puasa bersama keluarga di luar rumah.

Keempat, sisihkan minimal sepuluh persen dari THR untuk menambah tabungan keluarga.  Dorongan untuk menghabiskan THR biasanya sangat besar, sehingga alangkah bijaknya bila ketika menerima THR langsung disisihkan sepersepuluhnya untuk tabungan yang akan sangat dirasakan manfaatnya setelah pesta suka cita lebaran usai.

“Finance Planning pada Ramadhan dan Idulfitri
 

Statistics

Members : 36179
Content : 154
Web Links : 6
Content View Hits : 472359

Who's Online

We have 12 guests online